Dalam kosmologi Hindu (termasuk Hindu Bali), Dewi Saraswati adalah salah satu Dewi yang paling utama dan sangat dihormati. Beliau adalah sakti (pendamping/energi manifestasi) dari Dewa Brahma (Sang Pencipta). Peran utama Dewi Saraswati di alam semesta adalah sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan, Kebijaksanaan, Seni, Sastra, dan Tutur Kata. Tanpa energi dan ilmu pengetahuan dari Dewi Saraswati, proses penciptaan alam semesta oleh Dewa Brahma tidak akan bisa terwujud dan dunia akan jatuh ke dalam kegelapan kebodohan (avidya).
Peran Utama Dewi Saraswati sebagai sumber segala ilmu pengetahuan (sains dan spiritual), beliau menurunkan ilmu pengetahuan kepada umat manusia, baik ilmu pengetahuan duniawi (apara widya) untuk bertahan hidup, maupun ilmu pengetahuan spiritual (para widya) untuk mencapai pembebasan jiwa.
Sebagai Pelindung Seni dan Budaya; Dewi Saraswati juga dipuja sebagai dewi estetika, keindahan, dan seluruh cabang kesenian (musik, tari, lukis, sastra). Beliau adalah inspirasi bagi para seniman dan pujangga dalam melahirkan karya-karya luhur. Beliau juga sebagai penguasa tutur kata dan komunikasi, Dimana nama "Saraswati" berakar dari kata Saras (mengalir) dan Wati (memiliki). Beliau menguasai aliran ucapan, kefasihan berbicara, dan kebenaran dalam berkata-kata.
Pemberi Terang Kedamaian; dengan ilmu pengetahuan yang dianugerahkan-Nya, manusia dapat membedakan mana yang baik (dharma) dan mana yang buruk (adharma), sehingga tercipta kedamaian di dunia.
Simbolisme Visual pada Patung atau Gambar Dewi Saraswati.
Dewi Saraswati hampir selalu digambarkan sebagai sosok wanita yang amat cantik, anggun, berkulit bersih, berpakaian putih, dan memiliki empat lengan yang masing-masing memegang atribut khusus. Setiap detail ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam;
- Sosok wanita cantik dan Anggun, melambangkan bahwa ilmu pengetahuan itu memiliki daya tarik yang kuat, indah, dan memikat bagi siapa saja yang ingin mencarinya.
- Pakaian putih bersih, melambangkan kesucian ilmu pengetahuan yang tidak boleh dinodai oleh niat buruk atau ego manusia.
- Empat lengan yang melambangkan empat aspek kepribadian manusia dalam proses belajar, yaitu: pikiran (manas), intelektual (buddhi), kesadaran (Citta), dan ego (ahamkara).
Atribut di ke-empat tangannya;
- Keropak/Kitab Suci (Lontar), melambangkan ilmu pengetahuan yang nyata, tertulis, universal, dan abadi
- Genitri (tasbih Hindu), melambangkan proses belajar yang tiada henti (siklus spiritual), meditasi, disiplin diri, dan pengetahuan spiritual yang mendalam
- Weena (gitar tradisional/sitar), melambangkan seni, budaya, keharmonisan pikiran, dan keindahan budi pekerti yang selaras dengan alam
- Sekuntum Bunga Teratai (Padma), melambangkan kebenaran sejati. Teratai tumbuh di lumpur yang kotor namun bunganya tetap mekar dengan bersih dan indah, melambangkan manusia yang berilmu akan tetap suci di tengah lingkungan yang buruk.
Wahana Dewi Saraswati
Di dekat kaki beliau, biasanya selalu dipahat dua ekor hewan sebagai kendaraannya;
- Burung Angsa, melambangkan kebijaksanaan tertinggi (wiweka). Angsa memiliki kemampuan legendaris untuk memisahkan susu dari air, atau memakan makanan di dalam lumpur tanpa membuat bulunya kotor. Ini adalah simbol bahwa orang yang bijaksana mampu menyaring hal baik di tengah-tengah hal buruk
- Burung Merak, melambangkan ego dan keindahan duniawi. Merak yang anggun berada di dekat Dewi Saraswati sebagai simbol bahwa ego dan kesombongan manusia atas pengetahuannya harus dijinakkan dan dikendalikan di bawah tuntunan sang dewi
Tradisi Hindu Pemujaan Dewi Saraswati di Bali
Di Bali, peran dan berkah Beliau dirayakan secara khusus setiap 210 hari sekali (pada hari Saniscara Umanis Watugunung) yang dikenal sebagai Hari Raya Saraswati. Pada hari tersebut, umat Hindu melakukan upacara persembahan terhadap buku-buku, kitab suci, dan lontar sebagai wujud syukur atas anugerah ilmu pengetahuan. Sehari setelahnya (pada hari Redite Paing Watugunung), dilakukan tradisi Banyu Pinaruh, di mana umat pergi ke sumber air atau laut untuk membersihkan diri secara fisik dan rohani, memohon agar pikiran dibersihkan dan dialiri oleh kebijaksanaan Dewi Saraswati yang suci dan mengalir.









